Sabtu, 29 November 2014

Bert Trautmann




Bert Trautmann

Informasi pribadi
Nama lengkap : Bernhard Carl Trautmann
Tanggal lahir  : 22 Oktober 1923
Tempat lahir : Bremen, Jerman
Tanggal meninggal :19 Juli 2013 (umur 89)
Tempat meninggal : La Llosa, Valencia, Spanyol
Posisi bermain : Penjaga gawang
Karier senior*
1948–1949 : St Helens Town 43
1949–1964 : Manchester City 508
1964 : Wellington Town 2
Kepelatihan
1965–1966 : Stockport County
1967–1968 : Preußen Münster
1968–1969 : Opel Rüsselsheim
1972–1974 : Burma
1975 : Tanzania
1978–1980 : Liberia
1980–1983 : Pakistan

Bernhard Carl "Bert" Trautmann, OBE (lahir 22 Oktober 1923 – meninggal 19 Juli 2013 pada umur 89 tahun) adalah mantan pemain sepak bola profesional asal Jerman yang bermain untuk Manchester City 1949-1964. Trautmann lahir di Walle, daerah kelas menengah di sebelah barat Bremen, dan hidup dengan ayahnya, yang bekerja di sebuah pabrik pupuk di dermaga, dan ibunya Frieda seorang ibu rumah tangga.

Trautmann bergabung dengan Luftwaffe pada awal Perang Dunia Kedua, menjadi seorang penerjun payung. Dia berjuang di Front Timur selama tiga tahun, mendapatkan lima medali termasuk Cross Iron. Kemudian dalam perang ia dipindahkan ke Front Barat, di mana ia ditangkap oleh Inggris menjelang perang berakhir. Trautmann menolak tawaran repatriasi, dan setelah dibebaskan pada tahun 1948 ia menetap di Lancashire Inggris.Sambil bekerja di sebuah pertanian dia juga bermain sepak bola sebagai penjaga gawang untuk sebuah tim sepak bola lokal yaitu St Helens Town.

Selama bermain di klub St Helens Town, Trautmann mempunyai reputasi yang baik sebagai penjaga gawang yang handal, sehingga menarik perhatian dari sebuah klub Football League. Pada bulan Oktober 1949 ia bergabung dengan Manchester City, yang saat itu bermain di tingkat tertinggi sepak bola Inggris, Divisi Pertama.

Sejarah Logo Manchester City


Sejarah Logo Manchester City
Manchester City merupakan club yang berbasis di kota Manchester,Inggris.Manchester City adalah pesaing terbesar Manchester United,dahulunya mereka menempati stadion City of Manchester tapi sekarang telah berpindah ke Etihad Stadium.

Ini adalah logo club yang dipakai pada tahun 1960an.Akan tetapi saat The Cityzen melakoni laga final Piala FA,City tidak menggunakan logo ini.Tetapi Man City memakai lambang Kota Manchester pada jerseynya sebagai simbol kebanggaan dari kota Manchester untuk acara-acara besar.Sebelumnya City sudah melakukan hal ini karena sebelum tahun 1960an, seragam City tidak menggunakan logo apapun, sehingga untuk melengkapi sejarah klub ini menggunakan Lambang Kota Manchester tersebut.


Logo ini digunakan pada tahun 1972 sampai 1997.Seperti Logo sebelumnya logo ini tidak digunakan pada partai Final Piala FA 1981 dimana pada saat itu City menjadi runner-up


Logo ini mulai dipakai pada tahun 1997-sekarang.City mengganti logo sebelumnya karena logo itu tidak memenuhi syarat untuk didaftarkan sebagai merek dagang. Rencana tersebut didasari pada lengan kota Manchester,yang terdiri dari sebuah perisai di depan sebuah elang emas. Gambar perisai yang didalamnya terdapat sebuah kapal,pada setengah bagian atas menggambarkan Kanal Kapal Manchester, dan terdapat tiga garis-garis diagonal di bagian bawah, menggambarkan kota tiga sungai.Sedangkan bagian bawah terdapat pita dengan sebuah kata Superbia In Praelio dalam Bahasa Latin yang berarti"Kebanggaan di Pertempuran"atau dalam Bahasa Inggris"Pride in The Battle".Di atas elang terdapat tiga bintang,yang hanya dimaksudkan sebagai dekorasi saja.

SEKIAN INFORMASI DARI SAYA,TERMA KASIH

Manchester City - Blue Moon


Sekilas tentang sejarah lagu ini:
Lagu ini dinyanyikan oleh Beady Eye saat peluncuran kostum Man. City yang baru. nah, yang satu itu lagu kebangsaan fans Man.City
sedangkan yang satunya itu single terbarunya Beady Eye.

Lirik Lagunya:
1. BLUE MOON

Blue moon,
You saw me standing alone,
Without a dream in my heart,
Without a love of my own.

Blue moon,
You knew just what I was there for.
You heard me saying a pray for
Someone I really could care for.

Blue moon,
You saw me standing alone,
Without a dream in my heart,
Without a love of my own.

Blue moon…
Without a love of my own.







2.THE BEAT GOES ON

Thought that I died today
Walked off the stage
Faded away into the clouds
To the gig in the sky

And when I arrived
The angels were singing a song
Yeah, you know the one
Are you singing along?

Thought I’d know just what to do
That it’d be how I wanted it to be of so new
But counting me in, I had to give in

Make the thunder and lightning sing
In the eye of the storm
There’s no right and no wrong

So long, so long
Someday all the world will sing my song
Still life amaze
Somewhere in my heart the beat goes on

Thought it was the end of the world
Deep with guitars and all that I understand is here
Through mental un-word, I’m misunderstood

Wasting my money and fame
I’d throw it away just to prove that I can
I’m the last of a dying breed
And it’s not the end of the world, oh no
It’s not even the end of the day

So long, so long
Someday all the world will sing my song
Still life amaze
Somewhere in my heart the beat goes on

So long, so long
Someday all the world will sing my song
Still life amaze
Somewhere in my heart the beat goes on

So long, so long
Someday all the world will sing my song
Still life amaze
Somewhere in my heart the beat goes on

Sabtu, 08 November 2014

Hentikan Pemakain NO 23 di Manchester City







LONDON- Manchester City akan menghentikan pemakaian nomor punggung 23 pada kaus tim mereka sebagai penghormatan pada pemain tengah Marc-Vivien Foe yang meninggal dunia setelah pingsan di lapangan ketika sedang bermain untuk Kamerun dalam pertandingan melawan Kolombia yang dimenangi Kamerun 1-0.

City mengatakan, mereka memiliki sejumlah kenangan terhadap Foe (28) yang tampil 38 kali untuk tim itu pada musim kompetisi lalu, dengan mencetak sembilan gol.

"Langkah yang sedang dipertimbangkan adalah membebaskan kostum bernomor 23 yang digunakan oleh pemain internasional Kamerun itu," kata City dalam situs mereka, Sabtu WIB. "Klub dan suporter yakin kontribusi dan memorinya akan selalu merupakan bagian dari sejarah Manchester City."

Foe jatuh dalam pertandingan semifinal Piala Konfederasi melawan Kolombia di Lyon dan dinyatakan meninggal dunia sesaat seusai pertandingan itu.

Harry Redknapp, orang yang membawa Foe ke Liga Inggris di West Ham, mengatakan Foe tampak "fit"

dan meninggalnya pemain itu adalah kejutan yang penuh misteri. "Anda tidak akan menemui lagi seorang pemain yang lebih menyenangkan dalam sepakbola," kata Redknapp, yang kini menjadi pelatih Portsmouth. "Marco pemain besar bagi West Ham dan pemain sepakbola yang hebat. Dia sekuat sapi jantan," tambahnya. "Dalam latihan, dia merupakan pemain spesial - dan fisiknya mendekati sempurna. Dia petanding yang galak, tetapi tak merugikan orang lain. Ia raksasa yang gentle, tidak memiliki musuh,'' puji Redknapp.

Ibunda Foe, kemarin, membuat Presiden FIFA Sepp Blatter tak bisa berkata-kata ketika perempuan yang sedang berduka itu bertanya, "Di mana anak saya? Apa yang kamu lakukan?"

Adegan menyedihkan itu terjadi ketika Blatter bertemu dengan keluarga Foe di sebuah kota di Prancis, Etrat. "Tak ada yang bisa saya katakan. Saya seperti kehilangan seorang anak," kata Blatter.

FIFA telah menyetujui permintaan Kamerun yang seluruh pemainnya akan mengenakan seragam bertuliskan nama Foe pada final Piala Konfederasi melawan tuan rumah Prancis hari Minggu ini. Otoritas tertinggi sepakbola dunia itu juga membatalkan rencana untuk menggelar acara hiburan menjelang final digelar.

Marc-Vivien Foe meninggal tatkala pertandingan semifinal antara Kamerun melawan Kolombia, Jumat (27/6) memasuki menit ke-75. Tiba-tiba, tanpa diketahui penyebabnya, Foe tumbang di tengah lapangan dan sempat menggelepar-gelepar.

Ia ditarik ke luar dan sempat mendapatkan perawatan selama 45 menit. Namun nyawanya tak tertolong. Dugaan sementara, Foe tewas karena serangan jantung lantaran kepanasan. Saat itu Lyon, salah satu tempat penyelenggaraan Piala Konfederasi, sedang disengat gelombang panas. Di siang hari suhu udara bisa mencapai 90 derajat Fahrenheit atau di atas 32 derajat celcius.

FIFA menjelaskan kalau tiga hari menjelang pertandingan itu Foe menderita diare dan kemudian sempat melakukan tes darah.

"Dia bilang sehat-sehat saja. Dia sangat ingin bermain. Fisiknya sangat kuat," kata rekan Foe, Rigobert Song. Hasil otopsi menyebutkan tak ada bukti yang bisa menyebabkan terjadnya stroke.

Kematian tiba-tiba dan amat tragis yang menimpa Marc-Vivien Foe, merupakan satu dari banyak kematian mendadak dalam olahraga selama beberapa tahun terakhir. Kematian umumnya terjadi saat latihan atau ketika sedang bertanding, di antaranya jatuh, tabrakan, kecelakaan, tapi ada pula kematian umum karena masalah kesehatan, yang sebelumnya tidak terdeteksi. Di bawah ini catatan kematian olahragawan dalam beberapa tahun sebelumnya.

1967 - Tour de France: Tom Simpson terkena serangan jantung ketika mendaki Mont Ventoux dalam pergantian temperatur. Mantan juara dunia berusia 29 tahun mati karena usahanya mendaki puncak itu, kendati belakangan diketahui ia juga mengkonsumsi amphetamine.

1975 - Pembalap sepeda Prancis, Jean-Claude Misac (26) meninggal karena serangan jantung usai latihan.

1977 - Pebasket Italia, Luciano Vendemini, pemain internasional yang pernah bergabung dengan Chinamartini Turin, meninggal karena strok