Sabtu, 29 November 2014

Bert Trautmann




Bert Trautmann

Informasi pribadi
Nama lengkap : Bernhard Carl Trautmann
Tanggal lahir  : 22 Oktober 1923
Tempat lahir : Bremen, Jerman
Tanggal meninggal :19 Juli 2013 (umur 89)
Tempat meninggal : La Llosa, Valencia, Spanyol
Posisi bermain : Penjaga gawang
Karier senior*
1948–1949 : St Helens Town 43
1949–1964 : Manchester City 508
1964 : Wellington Town 2
Kepelatihan
1965–1966 : Stockport County
1967–1968 : Preußen Münster
1968–1969 : Opel Rüsselsheim
1972–1974 : Burma
1975 : Tanzania
1978–1980 : Liberia
1980–1983 : Pakistan

Bernhard Carl "Bert" Trautmann, OBE (lahir 22 Oktober 1923 – meninggal 19 Juli 2013 pada umur 89 tahun) adalah mantan pemain sepak bola profesional asal Jerman yang bermain untuk Manchester City 1949-1964. Trautmann lahir di Walle, daerah kelas menengah di sebelah barat Bremen, dan hidup dengan ayahnya, yang bekerja di sebuah pabrik pupuk di dermaga, dan ibunya Frieda seorang ibu rumah tangga.

Trautmann bergabung dengan Luftwaffe pada awal Perang Dunia Kedua, menjadi seorang penerjun payung. Dia berjuang di Front Timur selama tiga tahun, mendapatkan lima medali termasuk Cross Iron. Kemudian dalam perang ia dipindahkan ke Front Barat, di mana ia ditangkap oleh Inggris menjelang perang berakhir. Trautmann menolak tawaran repatriasi, dan setelah dibebaskan pada tahun 1948 ia menetap di Lancashire Inggris.Sambil bekerja di sebuah pertanian dia juga bermain sepak bola sebagai penjaga gawang untuk sebuah tim sepak bola lokal yaitu St Helens Town.

Selama bermain di klub St Helens Town, Trautmann mempunyai reputasi yang baik sebagai penjaga gawang yang handal, sehingga menarik perhatian dari sebuah klub Football League. Pada bulan Oktober 1949 ia bergabung dengan Manchester City, yang saat itu bermain di tingkat tertinggi sepak bola Inggris, Divisi Pertama.

Sejarah Logo Manchester City


Sejarah Logo Manchester City
Manchester City merupakan club yang berbasis di kota Manchester,Inggris.Manchester City adalah pesaing terbesar Manchester United,dahulunya mereka menempati stadion City of Manchester tapi sekarang telah berpindah ke Etihad Stadium.

Ini adalah logo club yang dipakai pada tahun 1960an.Akan tetapi saat The Cityzen melakoni laga final Piala FA,City tidak menggunakan logo ini.Tetapi Man City memakai lambang Kota Manchester pada jerseynya sebagai simbol kebanggaan dari kota Manchester untuk acara-acara besar.Sebelumnya City sudah melakukan hal ini karena sebelum tahun 1960an, seragam City tidak menggunakan logo apapun, sehingga untuk melengkapi sejarah klub ini menggunakan Lambang Kota Manchester tersebut.


Logo ini digunakan pada tahun 1972 sampai 1997.Seperti Logo sebelumnya logo ini tidak digunakan pada partai Final Piala FA 1981 dimana pada saat itu City menjadi runner-up


Logo ini mulai dipakai pada tahun 1997-sekarang.City mengganti logo sebelumnya karena logo itu tidak memenuhi syarat untuk didaftarkan sebagai merek dagang. Rencana tersebut didasari pada lengan kota Manchester,yang terdiri dari sebuah perisai di depan sebuah elang emas. Gambar perisai yang didalamnya terdapat sebuah kapal,pada setengah bagian atas menggambarkan Kanal Kapal Manchester, dan terdapat tiga garis-garis diagonal di bagian bawah, menggambarkan kota tiga sungai.Sedangkan bagian bawah terdapat pita dengan sebuah kata Superbia In Praelio dalam Bahasa Latin yang berarti"Kebanggaan di Pertempuran"atau dalam Bahasa Inggris"Pride in The Battle".Di atas elang terdapat tiga bintang,yang hanya dimaksudkan sebagai dekorasi saja.

SEKIAN INFORMASI DARI SAYA,TERMA KASIH

Manchester City - Blue Moon


Sekilas tentang sejarah lagu ini:
Lagu ini dinyanyikan oleh Beady Eye saat peluncuran kostum Man. City yang baru. nah, yang satu itu lagu kebangsaan fans Man.City
sedangkan yang satunya itu single terbarunya Beady Eye.

Lirik Lagunya:
1. BLUE MOON

Blue moon,
You saw me standing alone,
Without a dream in my heart,
Without a love of my own.

Blue moon,
You knew just what I was there for.
You heard me saying a pray for
Someone I really could care for.

Blue moon,
You saw me standing alone,
Without a dream in my heart,
Without a love of my own.

Blue moon…
Without a love of my own.







2.THE BEAT GOES ON

Thought that I died today
Walked off the stage
Faded away into the clouds
To the gig in the sky

And when I arrived
The angels were singing a song
Yeah, you know the one
Are you singing along?

Thought I’d know just what to do
That it’d be how I wanted it to be of so new
But counting me in, I had to give in

Make the thunder and lightning sing
In the eye of the storm
There’s no right and no wrong

So long, so long
Someday all the world will sing my song
Still life amaze
Somewhere in my heart the beat goes on

Thought it was the end of the world
Deep with guitars and all that I understand is here
Through mental un-word, I’m misunderstood

Wasting my money and fame
I’d throw it away just to prove that I can
I’m the last of a dying breed
And it’s not the end of the world, oh no
It’s not even the end of the day

So long, so long
Someday all the world will sing my song
Still life amaze
Somewhere in my heart the beat goes on

So long, so long
Someday all the world will sing my song
Still life amaze
Somewhere in my heart the beat goes on

So long, so long
Someday all the world will sing my song
Still life amaze
Somewhere in my heart the beat goes on

Sabtu, 08 November 2014

Hentikan Pemakain NO 23 di Manchester City







LONDON- Manchester City akan menghentikan pemakaian nomor punggung 23 pada kaus tim mereka sebagai penghormatan pada pemain tengah Marc-Vivien Foe yang meninggal dunia setelah pingsan di lapangan ketika sedang bermain untuk Kamerun dalam pertandingan melawan Kolombia yang dimenangi Kamerun 1-0.

City mengatakan, mereka memiliki sejumlah kenangan terhadap Foe (28) yang tampil 38 kali untuk tim itu pada musim kompetisi lalu, dengan mencetak sembilan gol.

"Langkah yang sedang dipertimbangkan adalah membebaskan kostum bernomor 23 yang digunakan oleh pemain internasional Kamerun itu," kata City dalam situs mereka, Sabtu WIB. "Klub dan suporter yakin kontribusi dan memorinya akan selalu merupakan bagian dari sejarah Manchester City."

Foe jatuh dalam pertandingan semifinal Piala Konfederasi melawan Kolombia di Lyon dan dinyatakan meninggal dunia sesaat seusai pertandingan itu.

Harry Redknapp, orang yang membawa Foe ke Liga Inggris di West Ham, mengatakan Foe tampak "fit"

dan meninggalnya pemain itu adalah kejutan yang penuh misteri. "Anda tidak akan menemui lagi seorang pemain yang lebih menyenangkan dalam sepakbola," kata Redknapp, yang kini menjadi pelatih Portsmouth. "Marco pemain besar bagi West Ham dan pemain sepakbola yang hebat. Dia sekuat sapi jantan," tambahnya. "Dalam latihan, dia merupakan pemain spesial - dan fisiknya mendekati sempurna. Dia petanding yang galak, tetapi tak merugikan orang lain. Ia raksasa yang gentle, tidak memiliki musuh,'' puji Redknapp.

Ibunda Foe, kemarin, membuat Presiden FIFA Sepp Blatter tak bisa berkata-kata ketika perempuan yang sedang berduka itu bertanya, "Di mana anak saya? Apa yang kamu lakukan?"

Adegan menyedihkan itu terjadi ketika Blatter bertemu dengan keluarga Foe di sebuah kota di Prancis, Etrat. "Tak ada yang bisa saya katakan. Saya seperti kehilangan seorang anak," kata Blatter.

FIFA telah menyetujui permintaan Kamerun yang seluruh pemainnya akan mengenakan seragam bertuliskan nama Foe pada final Piala Konfederasi melawan tuan rumah Prancis hari Minggu ini. Otoritas tertinggi sepakbola dunia itu juga membatalkan rencana untuk menggelar acara hiburan menjelang final digelar.

Marc-Vivien Foe meninggal tatkala pertandingan semifinal antara Kamerun melawan Kolombia, Jumat (27/6) memasuki menit ke-75. Tiba-tiba, tanpa diketahui penyebabnya, Foe tumbang di tengah lapangan dan sempat menggelepar-gelepar.

Ia ditarik ke luar dan sempat mendapatkan perawatan selama 45 menit. Namun nyawanya tak tertolong. Dugaan sementara, Foe tewas karena serangan jantung lantaran kepanasan. Saat itu Lyon, salah satu tempat penyelenggaraan Piala Konfederasi, sedang disengat gelombang panas. Di siang hari suhu udara bisa mencapai 90 derajat Fahrenheit atau di atas 32 derajat celcius.

FIFA menjelaskan kalau tiga hari menjelang pertandingan itu Foe menderita diare dan kemudian sempat melakukan tes darah.

"Dia bilang sehat-sehat saja. Dia sangat ingin bermain. Fisiknya sangat kuat," kata rekan Foe, Rigobert Song. Hasil otopsi menyebutkan tak ada bukti yang bisa menyebabkan terjadnya stroke.

Kematian tiba-tiba dan amat tragis yang menimpa Marc-Vivien Foe, merupakan satu dari banyak kematian mendadak dalam olahraga selama beberapa tahun terakhir. Kematian umumnya terjadi saat latihan atau ketika sedang bertanding, di antaranya jatuh, tabrakan, kecelakaan, tapi ada pula kematian umum karena masalah kesehatan, yang sebelumnya tidak terdeteksi. Di bawah ini catatan kematian olahragawan dalam beberapa tahun sebelumnya.

1967 - Tour de France: Tom Simpson terkena serangan jantung ketika mendaki Mont Ventoux dalam pergantian temperatur. Mantan juara dunia berusia 29 tahun mati karena usahanya mendaki puncak itu, kendati belakangan diketahui ia juga mengkonsumsi amphetamine.

1975 - Pembalap sepeda Prancis, Jean-Claude Misac (26) meninggal karena serangan jantung usai latihan.

1977 - Pebasket Italia, Luciano Vendemini, pemain internasional yang pernah bergabung dengan Chinamartini Turin, meninggal karena strok

Sabtu, 20 September 2014

Sejarah Sepak Bola Di Indonesia

Sejarah Sepak Bola Di Indonesia

Olah raga sepak bola atau permainan sepakbola yang dimainkan menggunakan kaki adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing beranggotakan 11orang. Olahraga ini sangat terkenal dan diputar di 200 negara. Permainan sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit berukuran 27-28 inci. Lapangan yang digunakan dalam permainan ini memiliki lebar 50-100 yard dan panjang 100-300 yard. Gawang tempat mencetak gol terletak di bagian ujung lapangan dengan dibatasi jaring berukuran tinggi 8 kaki dan lebar 24 kaki.

Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di China. Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.

Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815,
sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.

Di akhir tahun 1920, pertandingan voetbal atau sepak bola sering kali digelar untuk meramaikan pasar malam. Pertandingan dilaksanakan sore hari. Sebenarnya selain sepak bola, bangsa Eropa termasuk Belanda juga memperkenalkan olahraga lain, seperti kasti, bola tangan, renang, tenis, dan hoki. Hanya, semua jenis olahraga itu hanya terbatas untuk kalangan Eropa, Belanda dan Indo. Alhasil sepak bola paling disukai karena tidak memerlukan tempat khusus dan pribumi bisa memainkannya.

Lapangan Singa (Lapangan Banteng) menjadi saksi di mana orang Belanda sering menggelar pertandingan panca lomba (vijfkam) dan tienkam (dasa lomba). Khusus untuk sepak bola, serdadu di tangsi-tangsi militer paling sering bertanding. Mereka kemudian membentuk bond sepak bola atau perkumpulan sepak bola. Dari bond-bond itulah kemudian terbentuk satu klub besar. Tak hanya serdadu militer, tapi juga warga Belanda, Eropa, dan Indo membuat bond-bond serupa.

Dari bond-bond itu kemudian terbentuklah Nederlandsch Indische voetbal Bond (NIVB) yang pada tahun 1927 berubah menjadi Nederlandsch Indische voetbal Unie (NIVU). Sampai tahun 1929, NIVU sering mengadakan pertandingan termasuk dalam rangka memeriahkan pasar malam dan tak ketinggalan sebagai ajang judi. Bond Cina menggunakan nama antara lain Tiong un Tong, Donar, dan UMS. Adapun bond pribumi biasanya mengambil nama wilayahnya, seperti Cahaya Kwitang, Sinar Kernolong, atau Si Sawo Mateng.Pada 1928 dibentuk Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) sebagai akibat dari diskriminasi yang dilakukan NIVB. Sebelumnya bahkan sudah dibentuk Persatuan Sepak Bola Djakarta (Persidja) pada 1925. Pada 19 April 1930, Persidja ikut membentuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di gedung Soceiteit Hande Projo, Yogyakarta. Pada saat itu Persidja menggunakan lapangan di Jalan Biak, Roxy, Jakpus. Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepakbola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische voetbal Bond (NIVB)  yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936  milik bangsa Belanda, Hwa Nan voetbal Bond ( HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia.

Memasuki tahun 1930-an, pamor bintang lapangan Bond NIVB G Rehatta dan de Wolf, mulai menemui senja berganti bintang lapangan bond China dan pribumi, seperti Maladi, Sumadi, dan Ernst Mangindaan. Pada 1933, VIJ keluar sebagai juara pada kejuaraan PSSI ke-3. Pada 1938 Indonesia lolos ke Piala Dunia. Pengiriman kesebelasan Indonesia (Hindia Belanda) sempat mengalami hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Belanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang telah berdiri pada bulan April 1930. PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa, ingin pemain PSSI yang dikirimkan. Namun, akhirnya kesebelasan dikirimkan tanpa mengikutsertakan pemain PSSI dan menggunakan bendera NIVU yang diakui FIFA.

Pada masa Jepang, semua bond sepak bola dipaksa masuk Tai Iku Koi bentukan pemerintahan militer Jepang. Di masa ini, Taiso, sejenis senam, menggantikan olahraga permainan. Baru setelah kemerdekaan, olahraga permainan kembali semarak. Tahun 1948, pesta olahraga bernama PON (Pekan Olahraga Nasional) diadakan pertama kali di Solo. Di kala itu saja, sudah 12 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sejalan dengan olahraga permainan, khususnya sepak bola, yang makin populer di masyarakat, maka kebutuhan akan berbagai perlengkapan olahraga pun meningkat. Pada tahun 1960-1970-an, pemuda Jakarta mengenal toko olahraga Siong Fu yang khusus menjual sepatu bola. Produk dari toko sepatu di Pasar Senen ini jadi andalan sebelum sepatu impor menyerbu Indonesia. Selain Pasar Senen, toko olahraga di Pasar Baru juga menyediakan peralatan sepakbola.

Pengaruh Belanda dalam dunia sepak bola di Indonesia adalah adanya istilah henbal, trekbal (bola kembali), kopbal (sundul bola), losbal (lepas bola), dan tendangan 12 pas. Istilah beken itu kemudian memudar sedangkan demam bola Inggris dimulai sehingga istilah-istilah tersebut berganti dengan istilah persepakbolaan Inggris. Sementara itu, hingga 1950 masih terdapat pemain indo di beberapa klub Jakarta. Sebut saja Vander Vin di klub UMS; Van den Berg, Hercules, Niezen, dan Pesch dari klub BBSA. Pemain indo mulai luntur di tahun 1960-an.

Sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo. Dalam kongres PSSI di Solo, organisasi tersebut mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering digerakkan oleh PSSI dan makin banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I Perserikatan diadakan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kebangkitan "Sepakbola Nasional", Paku Buwono X mendirikan stadion Sriwedari yang membuat persepakbolaan Indonesia semakin gencar.

Sepeninggal Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi. Pada era sebelum tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw. Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19, dan U-23).

Selasa, 12 Agustus 2014

Daftar Trophy Manchester City

Manchester City Trophy




Liga
Liga Utama Inggris[ket 2]
Juara (4): 1936–37, 1967–68, 2011–12, 2013–14
Runner-up (4): 1903–04, 1920–21, 1976–77, 2012-13
Liga Championship Inggris[ket 3]
Juara (7): 1898–99, 1902–03, 1909–10, 1927–28, 1946–47, 1965–66, 2001–02
Runner-up (4): 1895–96, 1950–51, 1988–89, 1999–2000
Liga Satu Inggris[ket 4]
Juara play-off : 1998–99
Piala
Piala FA
Winners (5): 1904, 1934, 1956, 1969, 2011
Runners-up (5): 1926, 1933, 1955, 1981, 2013
Piala Liga
Winner (3): 1970, 1976, 2014
Runners-up (1): 1974
FA Community Shield
Winners (4): 1937, 1968, 1972, 2012
Runners-up (5): 1934, 1956, 1969, 1973, 2011
Full Members Cup
Runners-up (1): 1986
Eropa
Piala Winners UEFA
Winners (1): 1970

Sabtu, 12 Juli 2014

Sejarah Manchester City




SEJARAH BERDIRINYA MANCHESTER CITY


Manchester City F.C. dibentuk pada tahun 1880 dengan nama St. Marks (West Gordon) oleh Anna Connel dan dua orang anggota gereja St. Marks. Tahun 1887 mereka pindah ke markas yang baru di Hyde Road, Ardwick. Nama klub pun berubah menjadi Ardwick A.F.C. untuk menyesuaikan dengan letaknya yang baru. Ardwick mulai ikut berkompetisi di divisi 2 Football League tahun 1892. Setahun kemudian, musim 1893-1894, masalah financial membelit klub dan setelah diorganisasi ulang akhirnya mereka berganti nama lagi menjadi Manchester City Football Club.

Periode Awal
City menjuarai divisi 2 pada tahun 1899 dan promosi ke kasta tertinggi liga Inggris, divisi satu. Prestasi awalnya ditandai dengan kemenangan atas Bolton Wanderers di final Piala FA tahun 1904. Pada tahun 1920, stadion City di Hyde Road mengalami bencana kebakaran di tribun utama. Lantas pada tahun 1923, mereka pindah ke merkas nya yang baru, Maine Road yang terletak di Moss Side.

The Citizen menjuarai lagi Piala FA pada tahun 1934 dengan mengalahkan Porstmouth di final. Dan gelar liga pun tak beberapa lama dapat mereka raih, tahun 1937 mereka menjuarai liga Inggris untuk pertama kalinya. Tetapi musim berikutnya mereka justru terdegradasi ke divisi 2, lucunya mereka adalah klub pencetak gol terbanyak dibanding klub manapun di liga. 20 tahun kemudian, Manchester City yang diinspirasi oleh taktik bernama Revie Plan berhasil masuk final Piala FA 1955. Mereka kalah di final melawan Newcastle, tapi tahun berikutnya mereka menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Birmingham di final 3-1. Partai final tahun 1956 ini termasuk partai final Piala FA yang dikenang orang banyak karena di pertandingan itu kiper City, Bert Trautmann, terus bermain walaupun mengalami patah tulang leher.

Setelah itu City tenggelam dan baru muncul ke permukaan saat Joe Mercer dan Malcolm Allison ditunjuk untuk menjadi duo manager klub pada tahun 1965. Mereka membuat pembelian terpentingnya pada Mike Summerbee dan Colin Bell. 2 musim berikutnya, musim 1967-1968, Manchester City menjuarai divisi satu untuk kedua kalinya. Pada partai terakhir mereka memastikan gelar juara dengan kemenangan 4-3 di kandang Newcastle. Piala dan prestasi pun kemudian mulai mengalir datang. Piala FA mereka raih lagi di tahun 1969 serta piala Winners Eropa pertama kalinya mereka raih pada tahun 1970 dengan mengalahkan Gornik Zabrze 2-1 di final.

Rivalitas dengan klub sekota, Manchester United, selalu sengit. Salah satu partai yang banyak dikenang adalah pada partai terakhir di musim liga 1973-1974. Derby panas tak terelakkan tatkala baik City maupun United harus menang agar bisa selamat dari degradasi. Pemain legendaris MU, Denis Law, mencetak satu-satunya gol kemenangan yang juga otomatis melempar rival sekotanya ke divisi 2. Tahun 1976 mereka meraih Piala Liga dengan mengalahkan Newcastle di final 2-1.

Periode 1980-Sekarang
Manchester City tidak menghasilkan gelar penting dan hanya timbul-tenggelam di Premiership. Mereka hanya promosi ke divisi utama namun kemudian terdegradasi lagi ke divisi 2. Bahkan pada tahun 1996 mereka terdegradasi sampai ke divisi 3. Setelah kedatangan David Bernstein sebagai chairman yang baru, City pun mulai berbenah. Pada tahun 2001, Kevin Keegan ditunjuk untuk menangani Citizen dan mereka pun berhasil promosi ke Liga Premier.

Maret 2005 Keegan mundur dan Stuart Pearce menggantikannya sebagai caretaker atau manager sementara. Penampilan City yang cemerlang membuat Pearce diangkat sebagai manager penuh dan musim 2005-2006 Pearce membawa City menempati urutan ke-6 Premiership. Musim berikutnya penampilan City menurun drastis dan hanya menghuni papan bawah klasemen walaupun tidak sampai terdegradasi. Pearce akhirnya dipecat dan digantikan mantan manager tim nasional Inggris, Sven Goran Eriksson. Pada saat itu Manchester City telah dimiliki oleh miliuner ambisius yang juga bekas perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.

Dibawah Eriksson, City tampil perkasa pada awal kompetisi namun mulai kehilangan keseimbangan mulai dari pertengahan kompetisi, walaupun demikian mereka bisa mencapai zona piala UEFA eropa berkat penampilan fair play nya. Thaksin yang tidak sabaran sudah ingin memecat Eriksson sebelum akhir kompetisi jika saja tidak ditahan oleh fans Citizen yang merasa Thaksin terlalu semena-mena dan tidak memperhatikan keinginan fans City. Pemecatan Eriksson hanya tertunda sebentar dan benar-benar dilakukan saat akhir kompetisi. Mark Hughes, Manager Blackburn dan juga mantan pemain kesayangan klub sekota Manchester United, ditunjuk untuk menggantikannya.

Dibeli oleh Abu Dhabi United Group
Pada saat Hughes naik, sebetulnya harta Thaksin sudah di ujung tanduk pembekuan karena tuduhan korupsi selama berkuasa sebagai perdana menteri di Thailand. Thaksin yang mengerti posisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk terus mendanai Citizen akhirnya melepas kepemilikannya kepada pengusaha asal Uni Emirat Arab, Dr. Sulaiman Al-Fahim. Al-Fahim adalah miliuner yang lebih kaya lagi dibanding Thaksin dan tentunya lebih ambisius lagi.


Dr. Sulaiman Al-Fahim

Hanya beberapa hari setelah kepastian kepemilikannya atas Manchester City, ia langsung membuat rekor pembelian pemain termahal Inggris dengan pembelian Robinho (inset kanan) dari Real Madrid. Rekor harga 32,5 juta pounds itu melampaui harga 28 juta pounds yang ditawarkan Chelsea atas pemain Brazil tersebut. Dengan dukungan dana yang benar-benar melimpah, fans Citizen akan bersiap-siap untuk menyaksikan lagi pemain-pemain dunia lain akan diboyong ke klub mereka tercinta.

Lambang dan warna klub
Seragam kandang Manchester City adalah Biru Langit dan celana Putih. Sementara itu seragam tandang adalah Merah Marun, atau merah (sejak tahun 1960an) dan Celana Hitam. Namun dalam beberapa tahun terakhir, beberapa warna yang berbeda telah digunakan. Asal-usul warna seragam kandang klub tidak jelas, tetapi ada bukti bahwa klub telah menggunakan biru langit sejak 1892 atau sebelumnya. Sebuah brosur yang berjudul Famous Football Clubs - Manchester City diterbitkan pada 1940-an menunjukkan bahwa West Gorton (St. Marks) semula bermain dengan seragam merah dan hitam.

Dari laporan yang berasal dari tahun 1884 menggambarkan tim mengenakan kaus hitam membawa salib putih, yang menunjukkan asal klub sebagai sisi gereja. Ide untuk menggunakan kaus merah dan hitam datang dari mantan asisten manajer Malcolm Allison, yang percaya bahwa dengan mengadopsi warna AC Milan akan mengilhami City untuk mencapai kejayaan.



Lambang klub saat ini mulai digunakan pada tahun 1997, dikarenakan bahwa lambang sebelumnya tidak memenuhi syarat untuk didaftarkan sebagai merek dagang. Lencana tersebut didasarkan pada lengan kota Manchester, dan terdiri dari sebuah perisai di depan sebuah elang emas. Fitur perisai kapal pada setengah bagian atas menggambarkan Kanal Kapal Manchester, dan tiga garis-garis diagonal di bagian bawah, menggambarkan kota tiga sungai. Bagian bawah terdapat pita dengan sebuah kata Superbia in Praelio, yang artinya dalam bahasa latin adalah Kebanggaan di Pertempuran. Diatas elang ada tiga bintang tiga, yang murni hanya sebagai dekorasi.